Nama :
Desty Prima Hidayati
Nim :
321200011
Kelas :
Fisika A Pagi
Mata Kuliah :
Fisika Komputasi
Dosen :
Anita, S.Pd, M.Si
HUKUM OHM
Tujuan :
Memahami konsep hukum ohm dan aplikasinya
dalam rangkaian elektronika.
Landasan Teori :
Bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R I = V / R R = V / I
I ~ V dibaca: I sebanding dengan V
Dimana :
V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
Jadi bila kita ingin menambah kuat
arus yang ada pada suatu penghantar, kita bisa menaikkan beda potensial antara
ujung-ujung penghantar tersebut. Tetapi untuk menaikkan kuat arus pada suatu
penghantar, tidak hanya dengan cara menaikkan beda potensial ini saja. Ada cara
lain, yaitu dengan mengurangi nilai hambatan yang terdapat pada penghantar
tersebut.
Dalam
aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika
untuk memperkecilkan Arus listrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat
memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.
Gambar 1.
Gambar 2.
Gambar 3.
Pada Gambar 1 di atas dapat diketahui bahwa V(voltage)
merupakan tegangan, I(current) merupakan arus dan R(resistance) merupakan
hambatan. Terlihat bahwa tegangan berbanding lurus dengan arus dan berbanding
terbalik dengan hambatan .
Pada Gambar 2, ketika nilai tegangan diperbesar
(huruf V menjadi besar) ternyata nilai kuat arus yang dihasilkan juga semakin
besar (huruf I menjadi besar) namun hambatan dibuat tetap. Ini terbukti bahwa
tegangan berbanding lurus dengan arus.
Pada Gambar 3, ketika nilai hambatan diperbesar (huruf
R menjadi besar) ternyata nilai arus yang dihasilkan menjadi lebih kecil (huruf
I menjadi kecil). Ini terbukti bahwa hambatan berbanding terbalik dengan arus
namun tegangan dibuat tetap.
Untuk hubungan antara tegangan dengan hambatan gimana ya? Mohon di jawab,trimakasih.
BalasHapusbesar kecilnya hambatan listrik tidak dipengaruhi oleh besar tegangan dan arus listrik tetapi dipengaruhi oleh panjang penampang, luas penampang dan jenis bahan. jadi hambatan tidak mempengaruhi tegangan . terima kasih . :)
Hapusbisa nambah pengetahuan baca postingan ini, terima kasih infonya....
BalasHapusAssalamualaikum mbak. Bagaimana hubungan antara tegangan dan kuat arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian ?. Trims. Ditunggu jawabannya :)
BalasHapusWa'alaikum salam. Tegangan berbanding lurus dengan arus listrik, semakin besar kuat arus yang mengalir pada sebuah rangkaian maka semakin besar tegangan yang dihasilkan. Sudah mengerti mba, terima kasih . :)
Hapuspostingannya bagus untuk membantu dalam proses pembelajaran..
BalasHapusPostingannya sangat membantu, mksih...
BalasHapusmaterinya dan pemanfaatan animasinya bagus, bisa mudah di mengerti
BalasHapusBagus materinya
BalasHapusBagus materinya
BalasHapusmateri hukum ohm itu diajarkan di kelas berapa des?
BalasHapusdi kelas X SMA .
Hapusblog anda sangat membantu saya dalam menambah wawasan dan referensi saya dalam mengajar
BalasHapuspostingannya sangat membantu saya untuk menambah wawasan saya...
BalasHapusAssalamu'alaikm, sekedar ingin menambah wawasan mbak desty, siapa sih penemu hukum ohm ?
BalasHapuswa'alaikum salam
Hapuspencetus hukum ohm itu sendiri adalah george simon ohm . terima kasih :)
pstingan nya sangat membantu
BalasHapus