Kamis, 21 Mei 2015

ANIMASI PHET



Nama               : Desty Prima Hidayati
Nim                 : 321200011
Kelas               : Fisika A Pagi
Mata Kuliah    : Fisika Komputasi
Dosen              : Anita, S.Pd, M.Si

HUKUM OHM

Tujuan :
Memahami konsep hukum ohm dan aplikasinya dalam rangkaian elektronika.

Landasan Teori :

Bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R        I = V / R         R = V / I
I ~ V  dibaca:  I sebanding dengan V
Dimana :
V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
Jadi bila kita ingin menambah kuat arus yang ada pada suatu penghantar, kita bisa menaikkan beda potensial antara ujung-ujung penghantar tersebut. Tetapi untuk menaikkan kuat arus pada suatu penghantar, tidak hanya dengan cara menaikkan beda potensial ini saja. Ada cara lain, yaitu dengan mengurangi nilai hambatan yang terdapat pada penghantar tersebut.
Dalam aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Arus listrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.

Gambar 1.

 
 Gambar 2.

Gambar 3.


Pada Gambar 1 di atas dapat diketahui bahwa V(voltage) merupakan tegangan, I(current) merupakan arus dan R(resistance) merupakan hambatan. Terlihat bahwa tegangan berbanding lurus dengan arus dan berbanding terbalik dengan hambatan .
Pada Gambar 2, ketika nilai tegangan diperbesar (huruf V menjadi besar) ternyata nilai kuat arus yang dihasilkan juga semakin besar (huruf I menjadi besar) namun hambatan dibuat tetap. Ini terbukti bahwa tegangan berbanding lurus dengan arus.
Pada Gambar 3, ketika nilai hambatan diperbesar (huruf R menjadi besar) ternyata nilai arus yang dihasilkan menjadi lebih kecil (huruf I menjadi kecil). Ini terbukti bahwa hambatan berbanding terbalik dengan arus namun tegangan dibuat tetap.